Ketika perkembangan teknologi offshore dengan menempatkan peralatan di dasar laut telah lama dilakukan seperti subsea well head
& X-mastree maka pemrosesan di dasar laut (subsea) masih sulit diaplikasikan.
Hingga pada tahun 2007 dimulailah apa yang disebut sebagai pemrosesan di dasar laut
(subsea processing) yang menjadi revolusi perkembangan lepas pantai di seluruh dunia.
Gambar 1. Teknologi Produksi Migas Lepas
Pantai 1)
Pada awalnya ditujukan sebagai cara untuk mengatasi
tantangan yang sangat sulit karena kondisi permukaan laut yang ekstrim maka peralatan
proses dasar laut telah menjadi solusi yang baik dengan syarat kondisi dasar
laut yang stabil. Dengan peralatan produksi yang berlokasi di dasar laut bukan
pada fixed platform atau floating platform, subsea processing
memberikan solusi yang lebih murah untuk lingkungan lepas pantai. Selain itu, subsea processing adalah sebuah aplikasi yang muncul untuk meningkatkan
produksi dari lapangan marjinal.
I.
Fungsi
Subsea Processing
Subsea processing dapat memperpendek rangkaian
proses sehingga membantu dalam mengurangi biaya dan kerumitan dalam
pengembangan lapangan offshore. Subsea Processing dapat mencakup sejumlah proses yang berbeda meliputi subsea
separation (pemisahan gas, cairan
dan padatan/pasir), subsea water treatment dan injection
/ disposal (pembuangan) termasuk gas treatment and compression.
Gambar 2. Salah Satu Model Subsea
Processing 2)
Ada sejumlah alasan mengapa operator memilih untuk menginstal peralatan subsea processing. Pertama-tama, pemasangan subsea processing akan meningkatkan recovery (perolehan) dari lapangan, sehingga meningkatkan keuntungan. Selain itu, dengan meningkatkan efisiensi flowlines (pipa alir dari sumur ke fasilitas proses), subsea processing memberikan kontribusi pada flow assurance sekaligus mengurangi pengeluaran topside untuk peralatan (peralatan di platform). Selanjutnya, subsea processing mengubah lapangan marjinal menjadi lapangan yang potensial ekonomis.
Dengan
penjelasan yang lain, pemasangan subsea
processing maka dapat menghemat ruang
pada fasilitas produksi lepas pantai dan pemisahan minyak, gas,
air dan pasir dapat dilakukan di
dasar laut. Dengan melakukan pemisahan fasa-fasa fluida
pruduksi di dasar laut maka akan meningkatkan efesiensi produksi sumur, dimana
dengan memisahkan air dan padatan maka tenaga yang dibutuhkan oleh sumur untuk
mengangkat fluida menjadi lebih kecil sehingga waktu hidup sumur (yang identik
dengan kemampuan untuk mengangkat fluida ke permukaan) akan semakin besar. Selain
itu proses water disposal / injection (pembuangan/injeksi air buangan) menjadi
efisien karena tidak perlu mengangkat hingga ke permukaan laut. Dengan berbagai
efisiensi yang didapatkan maka subsea processing menjadi solusi yang layak
untuk produksi lepas pantai di masa-masa yang akan datang.
Gambar
3. Fasilitas Produksi untuk Dasar Laut 2)
Pada deepwater atau ultra-deepwater, diperlukan fasilitas tambahan berupa subsea boosting untuk mengangkat hidrokarbon dari dasar laut ke fasilitas di
permukaan laut (platform). Subsea
boosting berfungsi mengurangi backpressure
terhadap sumur dengan memberikan tekanan yang diperlukan untuk mentransfer
produksi ke permukaan laut.
Subsea
boosting dapat berupa pressure booster untuk liquid, gas booster untuk
treatment dan compresi gas.
Gambar 4. Subsea
Processing & Boosting 1)
II.
Perkembangan
Subsea Processing
Setelah
sekian lama full subsea processing menjadi
impian para ahli di bidang offshore akhirnya dengan keberhasilan start-up yang pertama
sistem terintegrasi fasilitas subsea processing, subsea boosting, dan sistem
injeksi pada lapangan Tordis StatoilHydro yang dioperasikan di Laut Utara pada
tahun 2007, mimpi itu menjadi kenyataan. Melalui subsea processing, lapangan minyak
tua Tordis meningkat recovery nya sebesar 35 MMBO dan memperpanjang masa hidup
lapangan 15 sampai 17 tahun.
Proyek
BC-10 oleh Shell di lepas pantai Brasil adalah yang pertama memproduksi minyak
berat dari ultra-deepwaters pada bulan Juli 2009 dengan 13 subsea well dan 6 subsea
separator dan subsea booster.
Saat
ini lapangan-lapangan lepas pantai di seluruh dunia telah memasukkan subsea processing dalam rencana pengembangan lapangan, baik itu pada
lapangan yang telah berproduksi maupun untuk lapangan-lapangan baru.
Proyek
Pazflor oleh Total di lepas pantai Africa Barat dilengkapi dengan subsea gas/liquid separation system
skala besar pada tahun 2011.
Gambar 5. Pengembangan Fasilitas
Subsea oleh Pazflor, Total 2)
III.
Penutup
Indonesia sebagai salah satu negara
yang memiliki potensi migas yang besar di wilayah perairan sangat berpotensi
untuk dapat menerapkan teknologi Subsea
Processing ini sebagai salah satu
solusi produksi lepas pantai baik untuk lapangan-lapangan marjinal seperti di
lepas pantai Kalimantan Timur, Laut Jawa maupun di lapangan-lapangan masa depan
seperti di Laut Sulawesi, Selat Makasar, Laut Aru dan di Fore Arc Basin.
Referensi
Subsea Production and
Processing of Oil, Gas and Produce Water – Past Present and Future, Clifford Neal Prescott, Fluor
Offshore Solution, USA, 2012.
The Global Standard for
Advanced Subsea Technology,
Oil and Gas Journal, 2010.
www.rigzone.com.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar